Minggu, 22 Desember 2013

Titik balik

Sudah hampir sebulan aku lebih banyak menghabiskan waktuku untuk diam dan menyendiri dibanding berkumpul dengan para sahabatku yang tercinta. 
Tidak lagi sibuk nongkrong di cafĂ©… 
Tidak lagi sibuk nonton film bareng…
Tidak lagi sibuk jadi miss ring-ring ataupun miss sms yang bikin tagihan pulsa membengkak…

Bukan karena aku tak lagi mencintai mereka (kangen banget malah! *lebay) tapi lebih karena dorongan dalam diri untuk lebih memahami semua hal yang sudah-sedang-akan terjadi pada hidupku.

Lalu, disini aku berada dalam kesendirianku, berpikir…tafakur…tentang banyak hal yang sudah terjadi dalam hidupku. Apalagi barusan semalam aku selesaikan membaca dua buku Mitch Albom “The Five People You Meet in Heaven” & “Tuesday with Morrie” untuk yang ke 3 kalinya.
Di dalam kedua buku yang penuh inspirasi itu, ada kalimat-kalimat yang rasanya langsung menghujam rasa dan memaksaku untuk menyetujui tiap artinya…

“Rahasia kehidupan: bahwa setiap kehidupan mempengaruhi kehidupan berikutnya, dan kehidupan berikutnya itu mempengaruhi kehidupan berikutnya lagi, dan bahwa dunia ini penuh dengan kisah-kisah kehidupan, dan semua kisah kehidupan itu adalah satu.” (The Five People You Meet in Heaven, p.202)
Andai semua orang menyadari apa artinya kalimat ini, maka rasanya tidak akan ada tindakan yang semena-mena pada orang lain karena pada akhirnya tindakan itu akan membawa akibat pada diri sendiri atau jangan-jangan malah akan terjadi kesewenang-wenangan karena tahu besarnya pengaruh kita pada jalan hidup orang-orang yang ada di sekeliling kita? Hiii…amit-amit

“Apabila kita belajar tentang cara menghadapi kematian, maka kita belajar tentang cara menjalani hidup.” (Tuesday with Morrie, p.88, 111)
Kenapa begitu? Karena kebanyakan kita hidup seperti orang yang berjalan sambil tidur. Kita sesungguhnya tidak menghayati dunia ini secara penuh, karena separuh terlelap, mengerjakan semua yang terpikir oleh kita, hal-hal duniawi. Dengan perjalanan menyongsong maut, maka kita akan membuang semua yang hanya embel-embel dan memusatkan perhatian pada inti persoalan. Mati akan membuat kita melihat segala sesuatu dari sudut yang berbeda. Benar-benar kalimat-kalimat indah yang membuatku makin paham akan arti dari setiap kejadian dalam hidupku, yang pahit maupun yang manis. Yang membuatku makin mudah memaknai arti setiap pertemuan. Yang membuatku makin bisa menghargai peran setiap orang yang terlibat dalam hidupku, entah itu sebagai orang yang membawa kebahagiaan atau sebagai orang yang membawa kepedihan dan kesedihan. Yang membuatku menjadi lebih mudah untuk memaafkan dan meng-ihklaskan.. Alhamdulillah..Aku tidak pernah menyesali yang pernah terjadi, apapun itu..Karenanya aku memiliki kesadaran batin yang jauh lebih berharga daripada hanya menangisi masa lalu yang sudah jadi bagian dari sejarah. Bahwa takdir itu bukan tentang perubahan tapi tentang pilihan sikap kita atas cobaan yang ditimpakan pada kita bahwa sesuatu itu baru dapat dikatakan suatu hidayah apabila setelahnya terjadi suatu perubahan yang positif, perubahan yang memancarkan cinta kasih….
Bahwa membiarkan pengalaman meresap secara penuh ke dalam diri, membiarkannya diri terjun kedalamnya sampai sejauh-jauhnya itu penting. Untuk bisa mengerti arti dari rasa itu dan kemudian dapat mematikannya. Kalau kita meresapinya secara utuh maka kita akan mampu mengendalikannya, rasa sakit, rasa sedih, rasa takut…semuanya..

"Tiap malam, ketika aku berangkat tidur, aku mati.Esok paginya, ketika aku terjaga, aku seperti lahir kembali.– Mahatma Gandhi —
Dalam diam pula aku menemukan sesuatu yang lain… Bahwa kebahagiaan yang sesungguhnya terletak pada kasih sayang, bukannya pada hal-hal yang berbau kebendaan. Harta dan kekuasaan tidak akan pernah menggantikan kasih sayang, cinta, keramahan, kelembutan atau rasa persahabatan. Bahwa yang membuat kita puas bukannya apabila kita diakui atau diterima orang lain, tapi justru perbuatan memberikan sesuatu yang penuh makna dan manfaat sesuai kata hati yang akan membuat kita merasa puas dan hidup. Apabila kita berbuat demikian maka kita tidak akan merasa kecewa, tidak akan merasa iri, dan tidak akan mendambakan apa yang orang miliki. Sebaliknya, kita justru akan kewalahan dengan ganjaran yang akan kita terima Alhamdulillah..Ya Allah akan semua pelajaran yang telah Engkau berikan padaku selama ini…Alhamdulillah…
Sesuai dengan lirik lagu yang pernah populer beberapa tahun yang lalu…If tomorrow never come…Jika hari esok tak akan pernah datang padaku, maka aku harus berbuat hal terbaik yang bisa aku lakukan untuk hari ini hingga tidak akan ada penyesalan dalam hatiku. Aku akan berbuat yang terbaik untuk orang-orang yang aku cintai.. 
Mengerjakan apapun yang sudah lama tertunda… Berhenti berkhayal terlalu muluk dan meraih yang terbaik yang ada di depan mata.. Memberikan cintaku yang paling tulus untuk mereka sehingga jika aku pergi sewaktu-waktu mereka tahu betul bahwa mereka adalah orang-orang yang istimewa, yang sangat aku cintai, yang dianugerahkan Allah untuk memberikan arti buat hidupku.Semoga aku mampu….karena konon tetap istiqomah adalah tindakan yang paling sulit untuk dilakukan.